Preapare for the last battle

Hidup seperti sebuah kumpulan puzzle yang terpisah yang diberikan Tuhan kepada kita dan kita diberi misi untuk menyusun kembali puzzle-puzzle tersebut, hingga menjadi sebuah gambar yang mempunyai arti, terkadang banyak sekali manusia yang lengah dengan misi yang diberikan oleh Tuhan. Dari zaman dahulu sampai sekarang, berapa banyak manusia yang berhasil menyelesaikan misi yang Tuhan berikan tersebut, tapi tidak sedikit juga yang gagal. Biasanya keberhasilan dan kegagalan dikarenakan oleh satu faktor yaitu Tekad.
Tekad adalah sesuatu yang hanya didapat jika pikiran dan hati sudah menjadi satu tujuan karena tekad merupakan niat, untuk mencapai sesuatu dengan kesungguhan hati. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, Ujian yang maha berat akan segera menghampiri.
Setelah empat bulan kematian Aysel, hatiku sudah bisa berdamai dengan keadaan, meskipun ada sedikit rasa sedih yang masih bersarang didalam hati. Aku mulai melakukan rutinitasku seperti biasa dan aku juga mulai mendisiplinkan diri dengan cara menambah kegiatan puasa daud, sholat duha dan tahajud kedalam jadwal sehari-hariku, sekali lagi aku tidak akan terpuruk oleh masa lalu.
Melihat tingkah lakuku yang mulai berubah menjadi sangat rajin membuat ibuku sampai menggeleng-gelengkan kepala, Itulah salah satu kekuatan cinta yaitu dapat merubah seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya, cinta juga bisa mendatangkan semangat dan kekuatan bagi yang sedang mengalaminya, tapi sayang zaman sekarang makna cinta telah ternodai oleh remaja-remaja sekarang yang salah membedakan antara nafsu dan cinta.
Mari lupakan sejenak tentang cinta dan kembali kepada realita, karena masalah besar akan segera menghampiri yaitu UJIAN NASIONAL, yaitu salah satu ujian maha berat yang harus dihadapi oleh tiap-tiap pelajar di seluruh sekolah, kenapa bisa sampai disebut ujian maha berat dikarenakan jika kita gagal maka taruhannya adalah kita tidak akan lulus dan itu merupakan hal paling memalukan.
Sekarang aku sedang berdiri dihadapan buku-buku tebal yang berhiaskan tulisan besar LULUS UN 2011 dan berbagai macam buku pelajaran. Aku tarik sebuah kursi dan duduk diatasnya, seperti biasa strategi belajarku yaitu membaca, menghapal dan menyelesaikannya dengan mengerjakan soal-soal. Bagiku cara seperti itu lebih efektif dibanding hanya melakukan salah satunya, dan persiapan aku kali ini lebih matang dari pada saat mempersiapkan untuk kejuaran lomba SAINS kemaren.
Lelah belajar, aku istirahatkan pikiranku yang jenuh dengan membaca kisah-kisah orang hebat dalam Islam. Cerita kali ini yang aku baca adalah mengenai kisah kepahlawanan Sultan Muhammad Al Fatih sang penakluk kota konstantinopel. Sultan Muhammad Al Fatih lahir 30 Maret 1432 masehi dan wafat pada tahun 3Mei 1481, merupakan seorang Sultan Turki Usmani yang menaklukan kekaisaran romawi timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika dan menguasai enam bahasa saat berumur 21 tahun. Aku semakin terkagum-kagum setelah membaca kisah Sultan Muhammad Al Fatih, kegigihannya menaklukan kota Konstantinopel bisa dijadikan contoh untuk membangkitkan semangat pada diriku.
Setelah membaca kisah mengenai Sultan Muhammad Al Fatih, aku merebahkan badanku diatas kasur, penatnya pikiran hilang setelah membaca kisah tersebut, dalam hati aku berjanji akan mendapatkan nilai UN terbaik, tak lama kemudian aku tertidur tanpa aku sadari.
Trenggggg….. Jam beaker ku berbunyi, waktu menunjukan pukul tiga pagi. Aku bangun untuk mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat tahajud, sensasi ketenangan sholat tahajud benar-benar membuatku merasa nyaman. Setelah selesai sholat tahajud, aku kembali membaca beberapa rangkuman yang aku buat sebagai persiapan ujian nasional. Baru membaca beberapa baris kepalaku sudah doyong kebelakang dan kedepan, kurasakan mataku mulai memberontak kepadaku dan bisikan tidur terus menghampiriku membuat tekadku layu bagai kembang tak jadi.
Saat rasa kantuk menyerang begitu dahsyat, aku kembali teringat pesan kakekku “berlelah-lelahnya hidup, manisnya kehidupan akan terasa diujung nanti”. Kata-kata itu kembali merasuk kedalam pikiran dan jiwaku membangkitkan semangatku. Mata yang tadinya tinggal lima watt kini kembali terang seterang cahaya matahari pagi yang menyinari bumi. Aku ambil buku-buku dari lemari belajarku, kemudian ku kerjakan soal-soal latihan. Tak terasa waku menunjukan pukul 04.00 pagi, aku kembali ke kasur, masih ada waktu satu jam untuk beristirahat.
Lantunan azan subuh yang disuarakan muadzin terdengar menggema diseluruh penjuru bumi, membangunkan seluruh umat muslim untuk beribadah. Tak hanya manusia yang menyambut suara azan tersebut seluruh mahluk hidup juga ikut bertasbih menyambut suara azan subuh tersebut. Ibuku mengetuk pintu kamarku, membangunkanku dan mengajakku untuk segera pergi ke masjid menunaikan ibadah sholat subuh.
Mendengar suara ibu, aku langsung pergi menuju kamar mandi dan bergegas pergi ke masjid. Setiba di masjid aku hanya melihat segelintir orang termasuk kedua orang tuaku yang melaksanakan sholat subuh. Melihat kejadian ini hatiku menjadi sedih, mengapa masjid yang seharusnya ramai sebagai tempat beribadah malah menjadi sepi begini, berbeda sekali dengan zaman Rasulullah.
Aku pernah membaca sebuah artikel mengenai fase-fase kehidupan akhir zaman, dikatakan pada artikel tersebut ada lima fase dalam kehidupan akhir zaman.
Fase pertama yaitu fase kenabian, inilah periode awal perjalanan sejarah ummat islam. Saat itu umat Islam dipimpin sendiri oleh nabi Muhammad SAW. Dipimpin oleh salah satu figur teladan umat manusia, terbukti dalam kepemimpinannya nabi Muhammad SAW memiliki kapasitas dan kapabilitas menjadi penghulu dunia dan berlalulah masa keemasan itu setelah 23 tahun. Ketika Allah menghendaki, ia mencabut masa kejayaan itu.
Fase kedua yaitu fase kekhilafahan khulafaur rasyidin, inilah fase kedua perjalanan umat islam. Para ulama dan ahli sejarah sepakat bahwa periode ini adalah masa pemerintahan Abu bakkar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dan ada yang berpendapat sampai ke kurun khalifah kelima Umar bin Abdul Aziz. Masa ini fase kekhilfahan yang lurus dan adil. Zaman ini juga telah berakhir
Fase ketiga yaitu fase kerajaan yang menggigit, yaitu fase dimana kehidupan umat islam dikuasai oleh raja yang menggigit. Ia datang silih berganti dengan sebutan yang berbeda-beda.Yang paling awal adalah dinasti Umayyah, yang kedua dinasti Abassiyah dan ketiga adalah dinasti Turki Utsmani, disebut kerajaan yang menggigit dikarenakan masih memegang Kitabullah dan Sunah Rasul tetapi hampir terlepas. Zaman ini juga telah berakhir
Fase Diktator, masa keempat ini umat islam mengalami krisis kepemimpinan. Umat Islam dari segi kuantitas tergolong besar, tetapi layaknya sampah. Ini adalah fase dimana fitnah dan maksiat meraja lela dan dianggap biasa oleh masyarakat dan fase ini merupakan Fase dimana Dajjal dan Imam Mahdi akan mucul, fase ini merupakan fase dimana kita sedang hidup.
Fase Kekhilafahan akan kembali, masa ke lima ini manusia akan menjalani hidup yang rukun dan adil tidak ada peperangan, semua orang akan sejahtera tidak ada jurang antara miskin dan kaya dan semua orang bahagia.
Kemudian nabi terdiam setelah itu, yang berarti dunia akan berakhir. Setelah membaca artikel tersebut, aku terenyuh memikirkan bagaimana fase-fase kehidupan di akhir zaman terjadi. Setelah mengingat-ingat fase-fase tersebut, kemudian aku melaksanakan sholat subuh berjamaah. Setelah sholat aku kembali ke rumah terlebih dahulu, dikarenakan orang tuaku sedang hikmat dalam zikir dan doa kepada yang kuasa.
Setiba dirumah aku bersiap-siap untuk melakukan rutinitas olahraga pagi untuk menjaga kesehatan fisik maupun jiwa, karena aku berpendapat didalam fisik yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Jiwa yang sehat juga perlu sebuah nutrisi, nutrisi yang dimaksud disini bukan merupakan sebuah makanan ataupun minuman. Nutrisi yang dimaksud disini adalah nasehat-nasehat dan kumpulan-kumpulan kata-kata bijak serta Al-Quran yang merupakan pedoman hidupku.
Selesai berolahraga aku bersiap-siap untuk mandi dan sarapan pagi. Sarapan pagiku kali ini istimewa dikarenakan ibu menyiapkan sebuah masakan khas nusantara yaitu berupa olahan daging yang digodok dengan santan dan dipanaskan hingga beberapa jam, apalagi kalau bukan yang namanya rendang. Rendang adalah makanan asli nusantara yang bersal dari daerah sumatra, berupa daging olahan yang digodok dengan santan yang telah diberi bumbu dan rempah-rempah.
Kusantap sarapan pagiku yang berbalutkan rendang dengan lahap, aroma rendang yang tajam disertai rasanya yang lezat akan meruntuhkan iman siapapun yang sedang lapar. Saat sedang asik menyantap rendang tiba-tiba aku teringat oleh anak-anak jalanan dan para gelandangan yang sering berada dipinggir jalan, dalam hati aku berkata “pernahkan mereka merasakan nikmatnya sarapan pagi, seperti yang kulakukan sekarang ?”. Aku memang bukan orang kaya tapi kehidupanku tercukupi, aku tidak merasakan beratnya bekerja keras untuk mencari uang, aku tidak merasakan teriknya sinar mentari disiang hari dan rasa lapar yang menerjang. Tidak, semua itu tidak aku rasakan, sekarang kehidupanku semua telah tercukupi tinggal bagaimana aku mengatur waktu dan memanfaatkan semua fasilitas yang kupunya untuk menjadi orang hebat. Sedih rasanya jika terkadang aku lalai akan nikmat yang Tuhan berikan kepadaku, sungguh aku termasuk orang-orang yang kufur.
Selesai sarapan, aku bergegas ke dapur untuk menyiapkan sebuah makanan untuk kubagikan sedikit kepada yang membutuhkan, sebelumnya aku meminta izin kepada ibuku untuk mengutarakan niatku tersbut untuk sedikit berbagi kepada anak-anak jalanan. Mendengar keinginanku, ibuku menyutujuinya. Pagi itu aku berangkat sekolah sambil menenteng nasi dan rendang yang tadi aku siapkan,sepanjang perjalanan kutajamkan pandanganku dan kugerakkan leherku kekanan dan kiri untuk mencari orang yang pantas untuk kuberikan makanan yang kutenteng ini.
Sepanjang perjalanan, aku belum juga menemukan orang yang pantas untuk kuberikan rendang ini, hampir saja aku menyerah tiba-tiba aku melihat kakek-kakek sedang duduk dipinggir jalan dengan tubuhnya yang kurus dan kulit yang hitam legam. Dia menadahkan tangan untuk meminta sedikit rezeki yang kita punya. Aku bersyukur akhirnya aku telah menemukan orang yang pantas untuk kuberikan makanan ini. Kusapa kakek itu dengan ucapan salam dan senyuman, tak kalah ramah kakek tersebut menjawab salamku disertai sebuah senyuman dari bibir dan pipinya yang tirus. Aku serahkan bungkusan plastik yang kugenggam dari tadi kepadanya, dia berusaha menerimanya sambil mengucapkan terimakasih dan berdoa kepada Tuhan yang mahakuasa, agar segala pekerjaanku dilancarkan dan aku menjadi orang sukses. Aku merinding dibuatnya, karena hanya memberi sedikit rendang aku sampai didoakan seperti itu. Mulai saat itu aku berjanji aku akan membantu orang yang membutuhkan jika aku mampu. Mulai saat itu aku bertekad untuk menyisipkan sedikit uang jajanku untuk aku tabung dan nanti akan kuberikan pada yang membutuhkan. Amin.
Aku langkahkan kakiku menuju sekolah, setelah memberi sedikit makanan kepada kakek tersebut. Entah mengapa aku merasakan hatiku menjadi lebih lapang dari sebelummya, apa jangan-jangan ini hikmah dari bersedekah. Aku pernah membaca sedikit mengenai keutamaan sedekah diantaranya
Pertama, orang yang bersedekah berhak mendapat rahmat Allah SWT. Sedekah akan menjadi naungan di akhirat, saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah SWT. “Sesungguhnya, sedekah itu memadamkan panasnya kubur dan hanyalah seorang mukmin yang mendapatkan naungan pada hari kiamat nanti dengan sedekahnya.” (HR Thabrani dan Baihaqi).
Kedua, sedekah memadamkan murka illahi. “Sedekah rahasia (tersembunyi) itu memadamkan amarah illahi.” (HR Thabranidan Ibnu Asakir).
Ketiga, sedekah menolak mati dalam keadaan suul khatimah. “Akhlak buruk adalah kejelekan dan sedekah menolak mati suul khatimah.” (HR Al-Baihaqi).
Kempat, sedekah itu akan mendapatkan keberkahan dalam hidup dan tambahan rezeki. “Barang siapa menafkahkan hartanya makan akan diberi keberkahan darinya”. Dalam hadis lain disebutkan, “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta dan pemberian maaf itu kecuali ditambah oleh kemuliaan oleh Allah dan tidaklah tawadhu karena Allah, kecuali Dia akan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim).
Mengingat artikel tersebut membuatku merinding, aku tak percaya ternyata sedekah memberikan banyak manfaat bagi yang melakukannya. Semoga karena sedekahku aku bisa menjadi orang sukses suatu hari nanti dan akan kubantu semua orang dengan hasil dari kesuksesanku suatu hari nanti. Akankah keinginannya akan terwujud. Entah, hanya angin dingin desa Jagabaya yang akan menjawabnya.naturewallpaper (24)

Iklan

2 pemikiran pada “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s